ads

ads header

Breaking News

PEMKAB KLATEN TANGGAPI KELUHAN MASYARAKAT SOAL RETRIBUSI MELINTASI ROWO JOMBOR

panorama Rowo Jombor Klaten.

Klaten, Media3.id-  Pungutan retribusi kawasan wisata Rowo Jombor, di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat pada kegiatan perayaan Syawalan diturunkan dari Rp5.000 per orang menjadi Rp2.500 per orang, setelah dikeluhkan warga dan masyarakat umum, yang dipungut melalui penjaga portal.

Rowo Jombor dikenal sebagai salah satu tujuan wisata saat libur Lebaran tiba. Daya tarik di kawasan ini antara lain berupa wisata kuliner di warung apung dan Bukit Sidoguro.

Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Ety Pusparini, mengatakan pengelolaan retribusi di kawasan Rowo Jombor didasarkan kepada memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov Jawa Tengah (Jateng) dengan Pemkab Klaten tentang Pemanfaatan Daerah Tujuan Wisata.

"Rowo Jombor merupakan aset Pemprov Jateng, sementara pengelolaan bendungannya menjadi kewenangan pemerintah pusat", ucap Rini.

Rini mengatakan bahwa dasar hukum pemungutan retribusi adalah Perda Klaten No. 19/2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. "Pada hari biasa, tarif retribusi dipungut Rp2.500/orang dan pada saat kegiatan tradisi Syawalan tarif retribusi dinaikkan menjadi Rp5.000 per orang", papar Rini.

Ia menjelaskan pemungutan retribusi saat kegiatan Syawalan dilakukan melalui pihak ketiga lantaran terbatasnya sumber daya manusia (SDM) di Disparbudpora Klaten. Penunjukan pihak ketiga ini diserahkan kepada warga sekitar Krakitan yang mengenal siapa saja warga yang tinggal di kawasan sekitar Rowo Jombor. Sehingga terhadap warga sekitar Krakitan tidak perlu bayar retribusi.

Ia memastikan tarif retribusi sudah kembali normal yakni Rp2.500 per orang termasuk saat digelar Festival Gethek, Selasa (11/6/2019), dan Gerebek Syawal yang digelar, Rabu (12/6/2019).

“Untuk tarif Rp5.000 per orang hanya sampai kemarin. Mulai hari ini sudah Rp2.500 per orang,” jelas dia.

Sementara itu, Bambang Sutejo, yang ditunjuk sebagai pihak ketiga pengelola portal retribusi Rowo Jombor mengaku sudah 10 tahun menjadi salah satu pengelola portal retribusi di kawasan Rowo Jombor. Selama ini, tarif retribusi saat kegiatan Syawalan yakni Rp5.000 per orang.

“Itu sudah terjadi sejak dulu. Dan baru kali ini ramai diperbincangkan,” ungkapnya saat ditemui wartawan di portal penarikan retribusi Rowo Jombor, Senin (10/6).
Bambang menuturkan tarif retribusi dikenakan kepada wisatawan yang menuju kawasan Rowo Jombor. Sedangkan terhadap warga Krakitan dibebaskan keluar masuk kawasan alias tak perlu membayar retribusi.

“Setiap ada yang masuk kami cegat. Kami tanyai dulu mau kemana dan keperluannya apa. Kalau sekadar melintas silaturahmi ke warga Krakitan dan sekitarnya asalkan jelas tujuannya tidak kami pungut retribusi. Tetapi, kalau tujuannya berwisata kami tarik retribusi,” urai dia.

 (Shaleh Rudianto)


No comments