ads

ads header

Breaking News

ULAMA' IJTIMA TAK EFEKTIF LUMPUHKAN JOKOWI

Deny Januar Ali, Ph.D. Pendiri sejumlah lembaga survei, salah satunya Lingkar Survei Indonesia, yang diakui kredibilitasnya oleh mantan presiden SBY.

Yogyakarta, Media3.id - Kendati hingga berjilid-jilid ternyata manuver-manuver yang ditempuh oleh sejumlah 500 orang 'ulama'  dengan merumuskan ijtima tidak mampu melumpuhkan Jokowi.

Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan para ulama dalam forum ijtima berjilid-jilid itu yang bukan merupakan ulama yang populer dan diterima hati masyarakat muslim Indonesia. "Jumlah mereka pun hanya 500 orang, sedangkan ulama di Indonesia keseluruhan ada sekitar 4 jutaan orang", ucap Deny Januar Ali, Ph.D kepada Media3.id.  Itu artinya, imbuh Deny, populasi mereka hanya 0,0125 persen dan bukan ulama mainstream yang diterima baik masyarakat muslim Indonesia.

Ditemui dalam sebuah acara talkshow di Pusat Antar Universitas (PAU) UGM Yogyakarta, Kamis (9/5), pria peneliti asal Palembang ini memuturkan bahwa isu yang diusung dalam ijtima pun tidak populer. "Ijtima 1 dan 2 mengusung isu mendukung Prabowo-Sandi, dan ijtima 3 isunya mendesak KPU mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin. Jelas saja isu-isu itu disikapi oleh masyarakat sebagai isu bias politik", kata Deny.

Selain faktor kekuatan kharisma Jokowi dan Ma'ruf yang tak bisa ditandingi oleh Prabowo dan Sandiaga sekaligus, faktor rasa masyarakat muslim yang merasa lebih nyaman bernaung bersama Jokowi-Ma'ruf dibandingkan ke kubu 02 yang di dalamnya ada Riziq Shihab yang dikenal radikal dan memiliki deretan kasus kriminal, turut menjadi faktor kuat lemahnya ijtima ulama dipergunakan sebagai senjata untuk melumpuhkan Jokowi-Ma'ruf. 

Kelemahan ini diperparah dengan keberadaan para ulama ijtima ini yang sekaligus merupakan timses Prabowo-Sandi. • 

 (Shaleh Rudianto)

No comments