ads

ads header

Breaking News

Saksi Pemda 2 Pilih Bungkam Saat Dicecer Pertanyan Kuasa Hukum Terdakwa


KARAWANG, media3.id - Sidang perkara pencurian aset Pemda 2 senilai Rp 3 mikyar dengan nomor perkara  172/Pid.B/2019/PN.Kwg mulai memasuki pokok materi, digelar dengan agenda mengahdirkan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum, adapun saksi yang dihadirkan dari Dinas PUPR dan pihak kontraktor, Selasa (28/05/19).

Dua orang saksi fakta yang dinilai memberatkan dihadirkan jaksa penuntut umum yaitu Kepala Bidang Tata Bangunan Khaerul serta pelaksana konstruksi dari kontraktor  PT. Aura Huataka, Herry. Para saksi dicecar pertanyaaam kuasa hukum terdakwa terkait kerugian barang yang bisa dinilai Rp 3 milyar, akan tetapi keterangan saksi masih belum bisa memberikan jawaban yang tepat, dan bahkan cenderung menjawab tidak tahu.

Tim kuasa hukum terdakwa, Alex Safri Winando, SH, MH, setelah sidang, mengatakan hari ini sidang memasuki pemeriksaan 2 orang saksi dan masih ada saksi-saksi lainnya. Yang namanya saksi pelapor pasti memberatkan, kembali lagi dari awal saksi itu tidak memberikan harganya.

"Tadi saya pertanyakan berapa barang yang dibelanjakan dan berapa barang yang hilang itu dia tidak sebutkan. Maksud saya, saya mau menyinkronkan barang yang dibelanjakkan sekian-sekian, yang hilang berapa milyar sama nga," ucapnya kepada Media, Selasa (28!05) usai sidang.

Menurut pria yang akrab disapa Roby ini, saksi menyebutkan memggunakan anggaran RAB pemda 2 tahun 2017, dan dari awal dia tidak menyebutkan. Di sidang hari ini dia meberi keterangan sesuai dengan RAB, akan tetapi tidak ada rincian, tidak ada keterangan barang yang dilihat dari RAB 2017 itu.

"Apakah .barangnya otomatis hilang semua,

Saya pertanyakan berpa banyak barang yg dibelanajakan. dan berapa banyak barang yg hilang, Saya mau menyinkronkan harganya samoai nga Rp 3 mikyar?," ujarnya.

Sementara itu kepala bidang Tata Bangungan, DPUPR Karawang, Khaerul mengatakan terkait pelaporan ke polsek, dia mengatakan melapirkan aesuai dengan bukti visual yang dia lihat.

"gambarannya kalau saya melapor ke polsek ditanya sama polsek, apa kerugian yang ada, karena saya bukan tenaga ahli, saya lihat dasar awal dulu dulu, saya lihat barang dilapangan, dan sesuai RAB. Jadi kalau anda tanya angkanya, realnya, ya harus panggil tenaga ahli," ucapnya.

Dikatakannya, karena gedung Pemda 2  samapai sekarang belum Diutak atik, angka realnya bisa kurang bisa lebih.

"Secara awalnya saya tadak tahu. Dasarnya apa, saya lihat secara visual, kemudian ke RAB maka ketemu angka itu. Mungkin tahun ini, acuan harganya akan lebih besar karena 2017 dan 2019 berbeda," pungkasnya.


(Dmn)

No comments