ads

ads header

Breaking News

Pemkot Cimahi Gagas Bayar Tiket Sakoci Pakai Sampah Anorganik

Bus Wisata Sakoci.

Cimahi, Media3.id - Pemerintah Kota Cimahi tengah menggagas kepada masyarakat cara pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik.

Itupun ada sejumlah instansi yang dilibatkan untuk menggarap inovasi bayar tiket Sakoci pakai sampah itu.

Seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan dan Organda Kota Cimahi.

Seperti yang dituturkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny, bahwa dalam evaluasi itu dibahas seputar tarif Sakoci hingga penguraian sampah. Dari situ, munculah ide bersama menukar sampah anorganik dengan tiket Sakoci.

"Ini masih dalam pembahasan internal. Kalau dari kita, yang dilibatkan itu Bank Samici," katanya, Senin (13/5/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny,


Dari sisi pihaknya melalui Bank Samici, kata Ronny, rencana penukaran sampah anorganik dengan tiket Sakoci akan sangat membantu terhadap penguraian sampah di Kota Cimahi.

Sebab, kata dia, diharapkan masyarakat termasuk kaum milenial bisa semakin termotivasi untuk menabung sampah di unit Bank Samici.

"Ini konsepnya lebih ke wisata plus pengurangan sampah," paparnya.

Dikatakannya pula, sejauh ini belum ada aturan detail mengenai mekanisme konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci.

Tapi dari hasil pembahasan sementara ini, hampir dipastikan semua unit Bank Samici di Kota Cimahi akan dibuka tabungan sampah untuk dikonversi jadi tiket sampah.

"Unit Bank Samici ada 221, yang aktif sekitar 75 persen. Itu tersebar, ada di RW, sekolah dan perkantoran," terangnya.

Ketua Organda Kota Cimahi, Olan Siswanto. 


Besaran nominal konversi sampah jadi nilai rupiahnya pun kemungkinan akan mengikuti teknis menabung sampah yang sudah berjalan selama ini. Ronny mencontohkan, misalnya sampah botol kemasan sebanyak 1 kilogram botol kemasan dihargai Rp 4 ribu.

"Sekarang kan harga tiket Sakoci Rp 15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk dewasa. Artinya kalau mau dikonversi jadi tiket, minimal harus menabung sampah itu minimal 5 kilogram sampah anorganik seperti plastik, kertas dan sebagainya," jelasnya.

Untuk realisasinya, lanjut Ronny, pihaknya belum bisa memastikan kapan. Sebab, harus ada Momerendum of Understanding (MoU) dengan pihak terkait. Tapi ia berharap konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci ini bisa secepatnya diterapkan.

"Mudah-mudahan setelah lebaran bisa direalisasikan," tandasnya.

Sementara itu, Organda Kota Cimahi menyambut baik rencana Pemerintah Kota Cimahi perihal sistem pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) dengan sampah anorganik.

"Kalau kita sangat mendukung apapun itu untuk kemajuan Sakoci dan penguraian sampah di Kota Cimahi," kata Wakil Ketua Organda Kota Cimahi, Olan Siswanto.

Dikatakannya, secara prinsip selaku penanggung jawab operator Sakoci, Organda Kota Cimahi siap menjalankan inovasi itu. Pihaknya hanya tinggal menunggu realisasinya dari Pemerintah Kota Cimahi.

"Kalau kita prinsipnya, besok pun siap," tandasnya. (Bagdja).

No comments