ads

ads header

Breaking News

SLAMET MA'ARIF: YANG TAK SESUAI RUKUN SHOLAT HARUS MENGQODHO

               Foto: Ust. Slamet Ma'arif, SAg., MM

Solo, Media3.id•  Menanggapi nasihat-nasihat yang dikemukakan oleh para ulama ahlussunnah waljamaah terkait pelaksanaan sholat subuh berjamaah yang dilakukan di dalam stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Ahad (7/4) yang lalu, bertepatan dengan Kampanye Akbar Paslon #02, Ketua Panitia yang sekaligus merupakan Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA212) dan Ketua Bidang Nisbah DPP FPI, Slamet Ma'arif, S.Ag., MM mengatakan bahwa jamaah yang melakukan sholat subuh tidak sesuai rukun sholat merupakan kondisi insidentil diluar format sholat subuh berjamaah yang telah disetting oleh panitia.

"Mereka merupakan jamaah yang kondisinya secara insidentil diluar kendali dan format sholat subuh berjamaah sebagaimana yang telah disetting oleh panitia yang sesuai dengan kaidah rukun sholat", ucap Slamet di sela kegiatan kampanye paslon #02 di komplek Sriwedari Kota Solo, Rabu (10/4).

Bagi jamaah yang demikian, lanjutnya, diwajibkan mengqodho sholat subuhnya. "Hal ini agar tidak dipahami sebagai bid'ah", tandas Slamet.



Sebelumnya, banyak kalangan ulama ahlussunnah waljamaah yang mengingatkan kekeliruan pelaksanaan sholat subuh berjamaah tersebut. Sebagian menilainya haram, dan sebagian lagi menilai makruh yang mengarah bid'ah. Sebab, dalam tinjauan fiqih ikhtilath ditegaskan bahwa ibadah yang dilakukan bersama oleh laki-laki dan perempuan secara berkumpul juga sekaligus mendekatkan kepada perbuatan dosa. Dicontohkan, sholat subuh berjamaah secara bersisihan rapat antara jamaah laki-laki dengan jamaah perempuan. Bahkan shaf jamaah laki-laki berada di belakang shaf jamaah perempuan. Termasuk yang sholat secara duduk di tribun, padahal tidak ada alasan halangan apapun. •   (Shaleh Rudianto)


No comments