ads

ads header

Breaking News

Perwakilan Wilayah Dan Daerah GPII Se-Indonesia Gugat Pimpinan Pusat Di Jakarta


Jakarta, Media3.Id - 10 perwakilan Pimpinan Wilayah GPII dan 20 Pimpinan Daerah Kabupaten Kota se-Indonesia Siap menggugat Pimpinan Pusat atas dugaan penyimpangan organisasi yang dilakukan pihak Pimpinan Pusat GPII di Jakarta, Kamis 11 April 2019

Irwan Sholeh Amir selaku ketua umum Piminan Wilayah Jawa Barat menjelaskan, dugaan ini terkait agenda Pra Musyawarah Kerja Nasional Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Pra Mukernas GPII) pada tanggal 05 April 2019, yang diselenggarakan di Hotel Central Jakarta yang sama sekali tidak melibatkan Pimpinan Wilayah yang diduga kuat, agenda Pra Mukernas ini berkaitan dengan kegiatan politik deklarasi dukungan pada salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden.

"Gerakan ini adalah bentuk gerakan menyelematkan organisasi yang merupakan bentuk dari kesadaran berorganisasi di GPII. Gerakan ini ingin menyelamatkan organisasi dari pragmatisme politik yang tidak berdampak positif untuk organisasi. Gerakan ini ialah gerakan tabayyun (menuntut klarifikasi) atas dugaan penyimpangan organisasi yang dilakukan oleh pimpinan pusat," kata Irwan

Irwan menlanjutkan bahwa Setelah Mukernas diundur secara resmi oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), selang dua hari setelahnya, PP GPII melaksanakan Pra Mukernas tanpa ada pemberitahuan resmi atau undangan kepada pimpinan wilayah atau daerah.

"Pra Mukernas ini menimbulkan banyak pertanyaan, setelah Mukernas diundur, kenapa Pra Mukernas dilaksanakan? Untuk tujuan apa Pra Mukernas dilaksanakan? Siapa yang diundang untuk hadir pada Pra Mukernas?," ujar Irwan

Pimpinan wilayah se-Indonesia baru mengetahui ada Pra Mukernas setelah beredar foto suasana acara Pra Mukernas berupa Seminar Nasional dengan puluhan peserta yang kurang dikenal, tidak jelas perwakilan dari mana.

"Tak lama setelah itu, beredar pula berita online dan video deklarasi relawan Generasi Muda Masyumi Indonesia (GMMI) mendukung salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Para deklarator GMMI ini mirip dengan beberapa individu pimpinan pengurus PP GPII, bahkan tempat dan pesertanya mirip dengan suasana acara Pra Mukernas," jelas Irwan

Irwan melanjutkan bahwa Kegaduhan pun terjadi, bahkan setelah muncul Gerakan Selamatkan Organisasi dan Mosi Tidak Percaya pun PP GPII masih belum mengeluarkan pernyataan resmi. Akhirnya gerakan ini menguat hingga didukung oleh 10 pimpinan wilayah dan 20 pimpinan daerah, semua meminta penjelasan dan pertanggungjawaban resmi secara organisatoris.

"Tentu hal yang sangat wajar tuntutan klarifikasi ini muncul, dan semestinya dijawab secara formal. Apabila benar ada penyimpangan, maka tetap harus mengedepankan musyarawah dan mengikuti mekanisme yang berlaku dalam AD-ART organisasi," tandas Irwan.

(Nijar)

No comments