ads

ads header

Breaking News

Segera Inventarisir Pelaku UMKM, Camat Sumberjaya Optimis UMKM Diwilayahnya Menggeliat


Majalengka, media3.id - Camat Sumberjaya Kabupaten Majalengka, Oman Suratman meskipun baru 1 bulan lebih menjabat, namun dirinya siap untuk membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada disetiap desa binaannya melalui program kemitraan yang telah canangkan Pemerintah daerah Kabupaten Majalengka.

“Dari beberapa kunjungan ke pelaku UMKM yang ada disetiap desa di Kecamatan Sumberjaya,  mereka semua memiliki produk yang baik dan berpotensi untuk terus diproduksi sekaligus dipromosikan. Namun, kendala mereka semua hampir sama, masih lemah di sistem permodalan dan pemasaran,” kata Oman, kepada media.id, saat buka stan di kegiatan Entrepreneur Expo 2019, di Alun-alun Majalengka, Minggu (24/2/2019).

Untuk memaksimalkan produk UMKM tersebut, Oman mengaku berupaya memaksimalkan program Pemkab Majalengka, yang tertuang dalam  Instruksi Bupati dalam Surat Edaran (SE) Nomor 537/169/2019 tentang Penggunaan Produk Asli Majalengka.  SE tersebut sebagai tindak lanjut dari Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/6/2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Beberapa item produk lokal yang bisa digunakan, sebagaimana tertuang dalam SE yang dikeluarkan pada 30 Januari 2019 itu yakni genteng, produk furnitur, alat-alat kantor, kerajinan, makanan, dan minuman.


“Program pembinaan UMKM melalui Dinas dan lembaga terkait lainnya juga akan kita lakukan agar UMKM yang ada di desa-desa se Kecamatan Sumberjaya ini bisa mendapat pembinaan berkelanjutan dalam mengembangkan produk mereka,” ujar Oman.

Pada kesempatan tersebut, Oman juga menyarankan agar pelaku UMKM yang ada agar mulai memasarkan produk mereka dengan sistem online.

“Pesatnya perkembangan teknologi digital akhir-akhir ini, membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis di berbagai sektor. Saya menyarankan kepada setiap UMKM yang ada agar bisa mulai memasarkan produk mereka dengan sistem on line,” ungkapnya.

Menurut mantan Camat Sukahaji ini, melalui pemanfaatan teknologi, selain memudahkan pemasaran, bertransaksi, maupun pengenalan produk, pemanfaatan teknologi diyakini mampu menghemat beban biaya operasional.

Dikatakannya, baru beberapa UMKM beserta produk unggulannya yang dapat di inventarisir. Saat ini baru produk makanan seperti keripik tempe, stick bayam merah dan rempeyek juga  sebenarnya masih banyak lagi.

" Segera akan kami inventarisir lagi, pelaku UMKM dan produknya yang ada di 15 desa se Kecamatan Sumberjaya, untuk didata sekaligus akan segera dibina," pungkasnya. (Nano)

No comments