ads

ads header

Breaking News

KETUA KOMISI C DPRD KAB BANDUNG, YAYAT SUMIRAT SH ,SERAP ASPIRASI WARGA CIPARAY


Media3Id,Sarimahi- Ketua Komisi C  DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat SH dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu(27/2) melaksanakan Reses masa Sidang II tahun 2019 di GOR desa Sarimahi kecamatan Ciparay , yang di hadiri Enur,  Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Ciparay dan H.Tatang Kepala UPT Binamarga Unit Ciparay, Kepala Desa Sarimahi yang di wakili  Usep selaku Sekdes serta 250 warga desa Sarimahi.

 Yayat Sumirat SH mengisi masa Reses ini untuk menjaring dan menyerap Aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya,dimana reses  merupakan tugas dan kewajiban anggota DPRD sesuai dengan perundang-undangan.

 Hasil dari jaring aspirasi masyarakat ini, nantinya akan di bawa ke Sidang Paripurna melalui fraksi PDI Perjuangan, untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk rencana pembangunan RAPBD kabupaten Bandung.

 Di mana Yayat Sumirat SH, akan menyerap,menghimpun, menampung dan menindak lanjut aspirasi masyarakat sesuai dengan daerah pemilihan Dapil 6, meliputi kecamatan Baleendah, Ciparay, Pacet dan Kertasari.

Sebelum Yayat Sumirat SH, menyerap jaring aspirasi masyarakat Sarimahi,   Dalam kesempatan masa Reses itu ,Enur kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan permasalahan pokok yang fital saat ini yakni ,terkait  Sampah.

 Menurutnya,  kami selaku petugas lingkungan Hidup dan kebersihan kabupaten Bandung tiap harinya  mempasilitasi Sampah dari TPS ke TPA , di jelaskannya, 4.5 Milyar per tahun hanya untuk.membuang Sampah di buang ke Padalarang Bandung Barat, sampah  3.20 ton/ hari yang di buang ke TPA .

 Sehingga  Upaya yang di lakukannya  Mengatasi Sampah yakni melaksanakan program masyarakat harus punya TPS( Tempat Pengelolaan Sampah), dengan cara pemilahan Sampah , agar bisa mengurangi ,maka harus ada Lubang cerdas organik ( LCO) tiap rumah, selain ada Bank Sampah dari sampah On Organik," ucapnya.

  Sementara  Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan sekaligus ketua Komisi C , Yayat Sumirat SH, memaparkan di hadapan masyarakat desa Sarimahi terkait reses masa sidang II tahun 2019 bertujuan meningkatkan tali silaturahmi dan tentunya menjaring, menampung serta menyerap apirasi masyarakat di Dapil 6 yang di laksanakan 3 kali dalam 1 tahun," tuturnya.

   Masih menurut Yayat," masalah krusial yang muncul di masyarakat yaitu masalah PKH yang menjadi Traning Topik PKH Karena evaluasi dari BPS kurang maksimal," jelasnya.

 Tadi ibu-ibu melaporkan yang punya motor dua dan Reuncem Emas( banyak perhiasan  emasnya) mendapatkan bantuan PKH, sedangkan yang jelas-jelas miskin tidak mendapat bantuan PKH.
 Maka kami, meminta kepada pihak pemerintah terutama BPS harus segera melakukan evaluasi total dan pendataan ulang agar struktur ekonomi masyarakat bisa berubah, jangan sampai yang miskin tidak mendapat kucuran bantuan PKH sedangkan yang kaya mendapat bantuan PKH tiap bulannya, jelas hal itu salah dan harus segera di evaluasi total," tegasnya.

  kedua yaitu masalah beras  BPNT(Bantuan Pangan Non Tunai) bermasalah juga sehingga masalah sosial atau PKH  harus ada perubahan  , kami dari DPRD mengusulkan kembali lagi kepada Pembagian Beras Raskin atau Rasta.

 Lanjut Yayat masalah yang krusial juga yakni masalah Sampah dimana produksi sampah di desa Sarimahi per hari mencapai 4.4 ribu Ton yang di buang ke pasar Ciparay, dan ke saluran Irigasi selain ada yang di bakar.
 Kami mengusulkan kepada pemkab Bandung, segera di desa  Sarimahi di buatkan tempat pengolahan sampah terpadu, resikel, residu plus di berikan mesin sampah pengolahan" tegasnya.

 Terkait jalan rel kereta api milik.PT KAI jalur Ciparay -Majalaya -Cikudapateuh- Bojongsoang yang di ramaikan akan di aktifkan kembali sehingga resahnya masyarakat, sampai saat ini tidak benar dan jawaban PT KAI tidak akan dilaksanakan sesegera mungkin sampai waktu yang belum di tentukan karena tidak menguntungkan, Jadi masyarakat pengguna jalur rel kereta api di harap tenang karena kami sudah mengusulkan agar di ditangguhkan."terangnya.( Arbim)

No comments